Import Besi Baja Wajib Cek Apa Saja? Panduan Lengkap Sebelum Impor
Import Besi Baja Wajib Cek Apa Saja? Panduan Lengkap Sebelum Impor
Import besi baja seperti H-Beam, steel pipe, steel coil, plat baja, besi beton, siku baja, flange, elbow dan steel structure membutuhkan persiapan yang tepat sebelum barang dikirim dari luar negeri.
Importir tidak cukup hanya mencari supplier dan menentukan harga barang. Sebelum melakukan shipment, penting untuk memastikan HS Code, Lartas, perizinan impor, SNI, LS atau verifikasi teknis, dokumen kepabeanan, serta pajak impor.
Wajib Cek Sebelum Import Besi Baja
- HS Code dan klasifikasi barang
- Larangan dan Pembatasan (Lartas)
- Persetujuan dan perizinan impor
- Ketentuan SNI jika diwajibkan
- LS atau verifikasi teknis jika diwajibkan
- Dokumen impor
- Bea masuk dan pajak impor
- Spesifikasi dan dokumen teknis barang
1. Cek HS Code Besi Baja
Langkah pertama dalam import besi baja adalah menentukan HS Code yang sesuai.
Jangan menentukan HS Code hanya berdasarkan nama barang seperti "besi", "baja", "steel pipe" atau "steel structure". Klasifikasi harus mempertimbangkan jenis material, bentuk produk, ukuran, ketebalan, proses pembuatan dan fungsi barang.
HS Code sangat penting karena dapat menentukan tarif bea masuk serta persyaratan Lartas dan perizinan yang harus dipenuhi.
2. Cek Lartas Besi Baja
Setelah HS Code ditentukan, importir perlu mengecek apakah produk besi atau baja tersebut termasuk barang yang terkena Larangan dan Pembatasan (Lartas).
Persyaratan impor dapat berbeda berdasarkan jenis produk, spesifikasi, HS Code, penggunaan barang dan ketentuan yang berlaku.
Jangan menganggap semua produk besi baja memiliki persyaratan impor yang sama. Pengecekan harus dilakukan berdasarkan HS Code dan spesifikasi barang.
3. Cek Perizinan Impor
Produk besi baja tertentu dapat memerlukan Persetujuan Impor (PI) atau perizinan/dokumen lainnya sesuai ketentuan yang berlaku.
Perizinan sebaiknya diperiksa dan dipersiapkan sebelum barang dikapalkan.
Kesalahan atau keterlambatan pengurusan izin dapat menyebabkan proses customs clearance menjadi lebih lama dan menimbulkan biaya tambahan.
4. Cek SNI Besi Baja
Beberapa jenis produk besi dan baja dapat memiliki ketentuan Standar Nasional Indonesia (SNI).
Contohnya dapat mencakup produk baja tertentu yang digunakan untuk konstruksi atau penggunaan tertentu.
Namun, tidak semua produk besi baja otomatis wajib SNI. Kewajiban SNI harus diperiksa berdasarkan jenis produk, HS Code dan peraturan teknis yang berlaku.
5. Cek LS atau Verifikasi Teknis
Produk yang dikenakan ketentuan pemeriksaan atau verifikasi teknis perlu memenuhi persyaratan yang ditentukan sebelum proses impor.
Dalam kondisi tertentu, pemeriksaan dapat dilakukan oleh lembaga surveyor yang ditunjuk sesuai ketentuan pemerintah.
Karena tidak semua barang besi baja memiliki kewajiban yang sama, pengecekan harus dilakukan berdasarkan HS Code dan peraturan yang berlaku.
6. Siapkan Dokumen Impor
Dokumen merupakan bagian penting dalam proses import besi baja.
- Commercial Invoice
- Packing List
- Bill of Lading (B/L) atau dokumen pengangkutan
- Dokumen perizinan impor jika diwajibkan
- Dokumen teknis barang
- Certificate of Origin (COO/SKA) jika diperlukan
- Dokumen SNI jika diwajibkan
- Dokumen surveyor jika diwajibkan
- Dokumen kepabeanan
Pastikan informasi pada invoice, packing list, dokumen pengangkutan dan dokumen lainnya konsisten dengan barang yang sebenarnya.
7. Hitung Bea Masuk dan Pajak Impor
Sebelum melakukan pembelian, importir sebaiknya menghitung estimasi biaya impor.
Secara umum, komponen perhitungan dapat meliputi:
Perhitungan sejak awal membantu importir mengetahui landed cost dan menentukan harga jual secara lebih akurat.
8. Cek Spesifikasi Produk Besi Baja
Spesifikasi barang sangat penting dalam proses klasifikasi dan pengecekan persyaratan impor.
Mintalah supplier menyediakan informasi seperti:
- Material atau grade
- Ukuran
- Ketebalan
- Diameter
- Berat
- Standard produksi
- Mill Certificate / Test Certificate
- Technical Specification
- Foto produk
- Country of Origin
Contoh Produk Besi Baja yang Sering Diimpor
Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Import Besi Baja
- Menentukan HS Code hanya berdasarkan nama barang.
- Tidak mengecek Lartas sebelum barang dikirim.
- Mengabaikan persyaratan SNI jika memang diwajibkan.
- Mengurus perizinan setelah barang tiba di Indonesia.
- Spesifikasi pada dokumen tidak sesuai dengan barang.
- Tidak menghitung pajak dan biaya impor sejak awal.
- Menganggap semua produk besi baja mempunyai persyaratan impor yang sama.
Regulasi Import Besi Baja
Ketentuan impor di Indonesia dapat berubah sesuai kebijakan pemerintah. Karena itu, importir perlu memastikan peraturan yang digunakan merupakan peraturan yang berlaku pada saat kegiatan impor dilakukan.
Salah satu regulasi umum yang perlu diperhatikan adalah Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 16 Tahun 2025 tentang Kebijakan dan Pengaturan Impor.
Selain itu, ketentuan teknis seperti SNI, verifikasi teknis, Lartas dan persyaratan produk harus diperiksa sesuai HS Code dan jenis barang.
Kesimpulan
Import besi baja sebaiknya tidak dilakukan hanya berdasarkan harga barang dan ongkos pengiriman.
Sebelum barang dikirim, pastikan terlebih dahulu HS Code, Lartas, perizinan impor, SNI, LS atau verifikasi teknis, dokumen impor, bea masuk dan pajak sudah diperiksa.
Dengan persiapan yang tepat, risiko masalah saat proses customs clearance dapat diminimalkan.
Butuh Jasa Import Besi Baja?
Masih bingung menentukan HS Code, Lartas, perizinan, SNI, LS atau proses customs clearance?
PT. Berkah Laksamana Chengho siap membantu kebutuhan import dan freight forwarding Anda.
🚢 Sea Freight & Air Freight
📋 Customs Clearance
🏗️ Import Besi Baja
📦 Import Undername
🚚 Door to Door Service
💬 Konsultasi Impor
FAQ Import Besi Baja
Tidak. Kewajiban SNI bergantung pada jenis produk dan ketentuan teknis yang berlaku. Pemeriksaan harus dilakukan berdasarkan HS Code dan spesifikasi barang.
Tidak selalu. Kewajiban verifikasi teknis atau dokumen surveyor bergantung pada jenis barang dan ketentuan impor yang berlaku.
Minimal cek HS Code, Lartas, perizinan impor, SNI jika diwajibkan, LS atau verifikasi teknis jika diwajibkan, dokumen impor, bea masuk dan pajak.
Ya. PT. Berkah Laksamana Chengho dapat membantu kebutuhan freight forwarding, customs clearance dan konsultasi proses import besi baja.
Next Post

